
Nabi Teladan dalam Melayani Keluarga
March 13, 2023
Satu Ayat Nan Indah
March 29, 2023Inspirasi Amalan Al Qur’an
Rilis : Selasa, 28 Febuari 2023
Rumah Keluarga Imran
Imran bukan nabi. Namanya Allah abadikan dalam al qur’an. Pasti ada yang istimewa. Hingga dijadikan nama surat yang banyak membahas keluarga Imran, yakni surat Ali Imran yang berarti keluarga Imran. Surah ali imaran memiliki nama lain yakni surat az-zahra. Az Zahra artinya adalah pelita atau cahaya. Dinamakan demikian karena surat ini berisi banyak nasehat yang bisa menerangi orang dalam menempuh jalan kebaikan.
Inti pokok pembahasan dalam surat ali Imran adalah tentang keteguhan hati diatas agama Allah. Keteguhan hati diatas agama Allah dinamakan ats-tsabat. Pada ayat 8 di surat ini Allah mengajarka kita doa keteguhan dan keistiqomahan dalam agama atau tsabat fi dinillah.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. (Ali Imran :8)
Jika dihubungkan dengan keluarga Imran, Keluarga Imran dijadikan Allah sebagai simbol keteguhan dalam iman dan amal sholeh. Lalu ada apa didalam rumah keluarga Imran kenapa Allah jadikan sebagai simbol keteguhan dan keistiqomahan?. Bahkan boleh dikatakan bahwa rumah keluarga Imran adalah rumah yang berberkah, yakni rumah yang kebaikanya tidak pernah habis bahkan malah semakin bertambah dan berkembang?. Kenapa bisa demikian?.
Pertama, di dalam rumah Imran ada dua sosok wanita yang Allah menjadikan teladan dalam keteguhan diatas agama Allah. Sosok wanita pertama adalah istri Imran. Ia adalah seorang istri yang niatnya jujur berkhidmat melayani agama Allah. Hal ini nampak pada janjinya bahwa jika dikaruniai anak, ia akan menjadikan anaknya sebagai pelayan agama Allah. Lalu lahirnya putrinya yang bernama Maryam yang Imran dan istrinya jadikan putrinya sebagai pelayan agama Allah. Maryam telah diberikan kepada Allah oleh bapak dan ibunya.
Sosok wanita kedua adalah Maryam binti Imran. Allah telah menerima amal, perjuangan, munajat dan doa – doa Maryam, hingga Allah karuniakan putra suci yang kelak menjadi seorang nabi dari golongan rasul ulul ‘azmi. Ini adalah karunia besar atas kesabaran dan keteguhan dalam mengabdi kepada Allah. Seorang anak yang meninggikan drajat dan kedudukan keluarga besarnya. Bukan hanya di dunia, tapi juga diakhirat.
Kedua, rumah Imran adalah rumah yang digunakan sebagai rumah pelayanan agama. Yakni rumah yang didalamnya digunakan untuk beribadah dan berbuat baik kepada masyarakat. Rumah yang seperti ini adalah rumah yang mengundang keberkahan Allah. Boleh saja kita jadikan rumah sebagai tempat usaha, kantor perusahaan, tempat praktik, namun jangan sampai terlupa bahwa rumah kita bisa kita jadikan rumah pelayan agama Allah. Rumah yang akan membuat keluarga, tetangga, dan masyarakat menjadi lebih dekat kepada Allah. Aamiin.
Banyak – banyak bersyukur jika rumah kita sudah biasa digunakan untuk kegiatan keagaaman. Bisa berupa pengajian, rumah tahfidz qur’an, pondokan santri, TPA, rumah yatim, dll. Itu adalah nikmat besar yang belum tentu Allah berikan kepada setiap orang. Alhamdulilillah.
Di akhir surat keluarga Imran, Allah tutup dengan perintah untuk teguh diatas agamaNya;
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (Ali Imran: 200)
Beriring doa semoga Allah jadikan keluarga dan rumah kita berkah sebagaimana rumah dan keluarga Imran. Aamiin. Semoga Allah teguhkan kita diatas agama Allah. Aamiin.
Ditulis dengan banyak berharap kebaikan,
Tulus Prasetyo
Pesantren Tahfidz Azzakiyyah




