
Nasehat Pak Gubernur
September 4, 2023
Tadabur Pagi Akhir Yang Indah
September 7, 2023Jangan Bersedih Allah Tiada Meninggalkanmu
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. (Adh-Dhuha:2)
Bismillah. Surat Adh Dhuha turun dengan ashabul nuzul kegelisahan dan penderitaan nabi Muhamamd Shalallahu Alaihi Wassalam. Kala itu nabi telah mengutarakan pada orang – orang bahwa beliau adalah seorang nabi dan rasul. Kenabiannya ditandai dengan wahyu ayat – ayat al qur’an dari Allah. Selang beliau mengutarakan kenabianya pada khalayak umum, wahyu yang ditunggu – tunggu tidak kunjung datang. Maka gelisahlah hati dan pikiran beliau.
Hampir setiap saat beliau menghadapkan wajahnya ke atas, menengadah menatap langit. Gelisah kenapa ayat – ayat yang dinanti untuk pentujuk perjuangan sebagai nabi dan rasul tidak turun lagi. Apakah kenabian dan kerasulan ini telah berhenti?. Padahal perjuangan baru dimulai. Seperti menthok rasanya tiada jalan.
Orang kafir melihat kegelisahan tersebut. Berbahagialah mereka, kesempatan menjatuhkan, mengejek, menghina “orang yang mengaku nabi”. Lalu diviralkan kalimat sindiran yang sangat menyakitkan sekaligus membuat orang ragu pada nabi. Merek menyerukan “Muhammad telah ditinggalkan Tuhanya”. Makin gelisah dan sedih rasanya.
Setelah memuncak sindirian dan ejekan kaum kafir pada nabi. Allah turunkan surat ini, dengan salah satu ayat, مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. (Adh-Dhuha:2). Ayat ini menghibur nabi, menghapus kesedihan dan menguatkan keimanan. Seolah Allah ingin menyampaikan pada nabinya, perkataan mereka tidak benar, Aku tak akan meninggalkanmu dan Aku tida benci pula pada mu wahai nabiku.
Dalam hidup ini kadang kita menemukan kondisi seperti nabi dalam kisah diatas, susah dan gelisah dengan kondisi kehidupan kita. Seolah – olah menthok dan tidak ada jalan keluar. Berkurangnya keimanan kita karena beratnya ujian tersebut, mendorong kita berprasangka buruk pada Allah. Allah tidak peduli pada kita, Allah meninggalkan kita, Allah mentelantarkan kita dalam kesulitan hidup ini.
Buruk sangka pada Allah atas penderitaan hidup adalah tanda lemahnya iman. Kita yang berusaha meningkatkan iman dengan niat, sholat, puasa, zakat, bahkan umroh dan haji tidak pantas berprasangka buruk pada Allah. Allah yang kita sembah lima kali dalam sehari, Allah yang kita sebut namaNya di lisan dan di hati, Allah yang kita niati ketika berkorban dalam menolong dan membantu umat, Allah yang kita muliakan kalamNya dengan menjaga dan memuliakan al qur’an. Sekali – kali tidak akan pernan meninggalka kita dalam keadaan sesulit apapun.
Allah tidak akan pernah mentelantarkan kita yang sholat, puasa, sedekah, zakat, dan membaca al qur’an. Tak mungkin kita disia – siakan Allah, ketulusan hati kita dalam menjalankan amal islami pasti Allah jadikan wasilah untuk menolong kita, sekecil apapun itu. Aamiin
Pengajian Masjid Al Hidayah Jebagan
Tulus Prasetyo




